PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG BAGI IBU HAMIL DAN BALITA DI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEMORIAL
Keywords:
gizi seimbang, pencegahan stuntingAbstract
Penyebab stunting bersifat multifaktor, di antaranya kurangnya asupan gizi selama kehamilan, pemberian ASI dan MP-ASI yang belum optimal, penyakit infeksi berulang, sanitasi yang kurang baik, serta rendahnya pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu serta dilanjutkan dengan pemberian gizi yang tepat pada bayi dan balita. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil serta ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting sehingga mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial, yang berlokasi di Kota Medan. Pemilihan lokasi didasarkan pada banyaknya kunjungan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita sehingga penyuluhan dapat menjangkau sasaran yang membutuhkan edukasi mengenai pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret-April 2026. Waktu pelaksanaan Maret-April 2026. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan dan pada masa pertumbuhan balita. Peserta menyatakan bahwa penyuluhan memberikan informasi baru yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memilih makanan bergizi serta menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting.Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting sejak dini.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021–2024. Jakarta: BKKBN.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., dkk. (2013). Kekurangan gizi ibu dan anak serta kelebihan berat badan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. The Lancet, 382(9890), 427–451.
De Onis, M., & Branca, F. (2016). Stunting pada anak: Perspektif global. Maternal & Child Nutrition, 12(Suppl. 1), 12–26.
Dewey, K. G., & Begum, K. (2011). Konsekuensi jangka panjang stunting pada awal kehidupan. Maternal & Child Nutrition, 7(Suppl. 3), 5–18.
Hoddinott, J., Alderman, H., Behrman, J. R., Haddad, L., & Horton, S. (2013). Alasan ekonomi investasi dalam penurunan stunting. Maternal & Child Nutrition, 9(Suppl. 2), 69–82.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Stunting di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Stewart, C. P., Iannotti, L., Dewey, K. G., Michaelsen, K. F., & Onyango, A. W. (2013). Pemberian makanan pendamping ASI dalam kerangka pencegahanBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021–2024. Jakarta: BKKBN.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., dkk. (2013). Kekurangan gizi ibu dan anak serta kelebihan berat badan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. The Lancet, 382(9890), 427–451.
De Onis, M., & Branca, F. (2016). Stunting pada anak: Perspektif global. Maternal & Child Nutrition, 12(Suppl. 1), 12–26.
Dewey, K. G., & Begum, K. (2011). Konsekuensi jangka panjang stunting pada awal kehidupan. Maternal & Child Nutrition, 7(Suppl. 3), 5–18.
Hoddinott, J., Alderman, H., Behrman, J. R., Haddad, L., & Horton, S. (2013). Alasan ekonomi investasi dalam penurunan stunting. Maternal & Child Nutrition, 9(Suppl. 2), 69–82.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Stunting di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Stewart, C. P., Iannotti, L., Dewey, K. G., Michaelsen, K. F., & Onyango, A. W. (2013). Pemberian makanan pendamping ASI dalam kerangka pencegahan stunting. Maternal & Child Nutrition, 9(Suppl. 2), 27–45.
UNICEF, World Health Organization, & World Bank Group. (2023). Perkembangan dan Tren Malnutrisi Anak: Estimasi Bersama UNICEF/WHO/Bank Dunia. New York: UNICEF.
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Keadaan Anak-Anak di Dunia Tahun 2023. New York: UNICEF.
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Kekurangan gizi ibu dan anak: Dampaknya terhadap kesehatan dewasa dan kualitas sumber daya manusia. The Lancet, 371(9609), 340–357.
World Health Organization. (2020). Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (Infant and Young Child Feeding). Jenewa: WHO.
World Health Organization. (2021). Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI bagi Bayi dan Anak Usia 6–23 Bulan. Jenewa: WHO.
World Health Organization. (2023). Standar Pertumbuhan Anak WHO (WHO Child Growth Standards). Jenewa: WHO.
stunting. Maternal & Child Nutrition, 9(Suppl. 2), 27–45.
UNICEF, World Health Organization, & World Bank Group. (2023). Perkembangan dan Tren Malnutrisi Anak: Estimasi Bersama UNICEF/WHO/Bank Dunia. New York: UNICEF.
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Keadaan Anak-Anak di Dunia Tahun 2023. New York: UNICEF.
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Kekurangan gizi ibu dan anak: Dampaknya terhadap kesehatan dewasa dan kualitas sumber daya manusia. The Lancet, 371(9609), 340–357.
World Health Organization. (2020). Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (Infant and Young Child Feeding). Jenewa: WHO.
World Health Organization. (2021). Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI bagi Bayi dan Anak Usia 6–23 Bulan. Jenewa: WHO.
World Health Organization. (2023). Standar Pertumbuhan Anak WHO (WHO Child Growth Standards). Jenewa: WHO.






