HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA SIPUNGGUK
Keywords:
status gizi, aktivitas olahraga,, sindrom pramenstruasiAbstract
Menurut World Health Organization (WHO, 2020), sindrom pra menstruasi lebih sering terjadi di negara-negara Asia dari pada di negara-negara Barat. Menurut Riset Kesehatan Indonesia (Riskesdas, 2018) di Indonesia, ditemukan bahwa 95% dari remaja memiliki setidaknya satu sindrom gejala pramenstruasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis hubungan status gizi dan aktivitas olahraga dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada santriwati di Pondok Pesantren Darul Huda Sipungguk Tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan dengan desain kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 86 santriwati. Sampel pada penelitian ini adalah 86 santriwati. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan bahwa sebagian besar status gizi berada pada status gizi normal sebanyak 47 santriwati (54.6%). Sebagian responden aktivitas olahraga tidak rutin sebanyak 48 santriwati (55.8%). sebagian responden mengalami sindrom pramenstruasi sebanyak 60 santriwati (69.8). Sedangkan pada analisa bivariat di dapat hasil bahwa ada hubungan status gizi dan aktivitas olahraga dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada santriwati di Pondok Pesantren Darul Huda Sipungguk tahun 2022. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan teori dan menambah hasil informasi ilmiah yang berhubungan dengan kejadian sindrom pramenstruasi terutama pada santriwati di Pondok Pesantren Darul Huda.






